Rabu, 17 Februari 2010

BAB II AKA I

II. ORIENTASI UMUM



2.1 Sejarah Singkat PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. pada awal berdiri hingga pada saat ini telah mengalami masa-masa perombakan, baik dari segi fisik maupun non fisik, sehingga pada saat ini PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. dapat menjalankan tugasnya seperti yang diharapkan pemerintah, disini penulis memaparkan sejarah singkat berdirinya PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. :
Tahun 1808 : Frederic Allbercht Winzer mendirikan Light & Heat Co di Pall Mall Street, London, yaitu perusahaan sarana umum gas/lampu yang pertama.
Tahun 1859 : 19 November, I J N Eindhoven & Co, perusahaan swasta Belanda memperkenalkan Penggunaan gas kota di Tanah air yang dibuat dari batu bara.
Tahun 1863 : 10 Desember, dibentuk NV.NIGM (Neederlandsh Indiesche Gas Maattschappy ), menggantikan Firma Eindhoven & Co.
Tahun 1879 : Cabang Surabaya dibangun.
Tahun 1898 : Cabang Semarang dibangun.
Tahun 1901 : Cabang Bogor dibangun.
Tahun 1919 : Cabang Medan dibangun.
Tahun 1921 : Cabang Bandung dibangun.
Tahun 1925 : Perusahaan Gas Kotapraja Cirebon diambil alih.
Tahun 1937 : Perusahaan Gas Kotapraja Makassar diambil alih.
Tahun 1945 : NV. OGEM (Overzheesche Gas en Elektricitiet Maatschappy), sebagai nama baru dengan menggantikan NV. NIGM.
Tahun 1948 : OGEM menyalurkan Gas bumi ex BPM Wonokromo di Surabaya. Habis tahun 1961.
Tahun 1956 : OGEM sempat mengoperasikan pesawat otomatis cycle catalytic cracking of Gas Oil Onia- Gegi 40000 cubic meter / 24 jam di Surabaya dan termodern di Asia.
Tahun 1958 : Berdasarkan Undang-undang No. 8 Tahun 1958 mengenai Nasionalisasi kekayaan Belanda di Indonesia, Perusahaan Gas dan Listrik diambil alih dan disatukan menjadi Jawatan Listrik Negara, di bawah Departemen Pekerjaan Umum. Pada 21 Maret 1961 didirikan badan pimpinan umum PLN, dimana gas menjadi satuan eksploitasi XIV.
Tahun 1965 : Berdasarkan Keppres No. 19 Tahun 1965, Gas dipisahkan dari Listrik menjadi Perusahaan Gas Negara, di bawah Departemen PUTL.
Tahun 1974 : Gas Bumi masuk ke Cirebon.
Tahun 1978 : Berdasarkan Keppres No 15 Tahun 1978, maka PGN dan PLN dipindahkan ke Departemen Pertambangan dan Energi, dimana PGN bernaung di bawah Dirjen Migas bersama Pertamina.
Tahun 1979 : Gas Bumi masuk ke Jakarta.
Tahun 1980 : Gas Bumi masuk ke Bogor.
Tahun 1984 : Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1984, menetapkan status PGN menjadi Perusahaan Umum (Perum) Gas Negara.
Tahun 1985 : Gas Bumi masuk ke Medan.
Tahun 1993 : Gas Bumi masuk ke Surabaya.
Tahun 1994 : Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 37 Tahun 1994, maka ditetapkan status Perusahaan Umum Gas Negara menjadi PT. Perusahaan Gas Negara (Persero), tetapi baru disahkan oleh notaris Adam Kasdarmaji, SH dengan Akte Notaris No. 486 pada tanggal 30 Mei 1996 dengan visi perusahaan “Dalam dekade mendatang PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) akan dikenal lebih luas sebagai perusahaan yang sangat berorientasi kepada pelanggan, perusahaan yang bergerak sebagai infrastruktur nasional dalam industri distribusi dan transmisi gas, bertanggung jawab kepada pelestarian lingkungan, kuat secara finansial, sukses sebagai energi pengganti bahan bakar minyak.”.
Tahun 2003 : PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) menyampaikan pernyataan pendaftaran emisi efek sehubungan dengan penawaran umum kepada Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) di Jakarta pada tanggal 3 November 2003 dengan surat no. 130/39/UT/2003 tertanggal 3 November 2003, sebulan kemudian yaitu pada bulan Desember 2003 PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) resmi go public dengan menjual sebagian sahamnya ke masyarakat sehingga dengan demikian PT.Perusahaan Gas Negara (Persero) disamping menyediakan energi gas kepada masyarakat juga dituntut untuk berorientasi pada profit atau memupuk keuntungan berdasarkan prinsip –prinsip pengelolaan perusahaan yang sehat dan nama perusahaan karena telah berubah menjadi perusahaan go public/terbuka, maka nama perusahaan PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) menjadi PT. Perusahaan Gas Negara ( Persero) Tbk, hingga saat ini.

2.2 Profil PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
2.2.1 Maksud dan Tujuan Perusahaan
Sebagaimana tercantum dalam akte pendirian perusahaan maksud dan tujuan perusahaan ini adalah untuk turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya dibidang pengembangan pemanfaatan gas bumi untuk kepentingan umum serta penyediaan gas dalam jumlah dan mutu yang memadai untuk melayani kebutuhan masyarakat dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas dengan berlandaskan pada tugas pokok :
Perencanaan, pembangunan, pengembangan jaringan transmisi, penyaluran dan distribusi gas bumi sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Pemerintah.
Perencanaan, pembangunan, pengembangan produksi, penyediaan, penyaluran dan distribusi gas buatan (gas hidrokarbon).
Usaha lain yang menunjang usaha diatas disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam upaya mencapai tujuan tersebut diatas Perusahaan diharapkan menjalankan usahanya secara menguntungkan, efisien dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pemegang saham.

2.2.2 Visi dan Misi Perusahaan
Ø Visi
Menjadi Perusahaan Kelas Dunia Dalam Pemanfaatan Gas Bumi.
Ø Misi
Meningkatkan nilai tambah Perusahaan bagi stokeholder melalui:
· Penguatan bisnis inti di bidang transportasi, niaga gas bumi dan pengembangannya.
· Pengembangan usaha pengolahan gas.
· Pengembangan usaha jasa operasi, pemeliharaan dan keteknikan yang berkaitan dengan industri migas.
· Profitisasi sumber daya alam dan aset perusahaan dengan mengembangkan usaha lainnya.
2.2.3 Budaya Perusahaan
Nilai-nilai budaya perusahaan dapat diartikan sebagai sikap dan perilaku individu maupun kelompok yang didasari atas nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan telah menjadi suatu kebiasaan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dengan asas budaya perusahaan yang dikenal dengan Pro CISE (Profesionalism, Continuous, Improvement, Integrity, Safety, Excellent Service).

2.2.4 Sifat dan Kegiatan Usaha
2.2.4.1 Sifat Usaha
PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk merupakan BUMN infrastruktur yang menyediakan gas bagi kepentingan komersial (sektor industri dan komersial) dan bagi pelayanan publik (Public Utility) di sektor rumah tangga.

2.2.4.2 Kegiatan Usaha
Kegiatan usaha PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk terdiri dari :
a. Distribusi
Menyediakan infrastruktur jaringan pipa distribusi yang menghubungkan stasion penerima distribusi dengan pelanggan industri, komersial dan rumah tangga.


b. Trader/Retailer
Melaksanakan pembelian gas dari produsen (Pertamina dan KPS) dan menjualnya kepada pelanggan industri, komersial dan rumah tangga melalui jaringan pipa distribusi serta termasuk didalamnya jasa pelayanan teknis kepada pelanggan yang membutuhkan.
c. Transporter
Menyediakan infrastruktur jaringan pipa transmisi yang menghubungkan sumber-sumber gas ke konsumen akhir atau ke stasiun penerima di jaringan distribusi.

2.2.5 Wilayah Usaha
Sesuai dengan sifat dan kegiatan usahanya serta berlakunya UU No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi10:5), PGN sejak Januari 2002 melakukan restrukturisasi usaha dari 8 cabang menjadi 3 (tiga) wilayah distribusi yang menjadi Strategic Business Unit (SBU) pada tahun 2003, dan satu Unit Transmisi yaitu Unit Transmisi Sumatera Tengah (UTST) telah menjadi Anak Perusahaan.

2.2.5.1 Wilayah Usaha di Bidang Distribusi
Ø SBU Distribusi Wilayah I (Jawa Bagian Barat)
Mencakup usaha distribusi gas bumi di wilayah-wilayah Banten, Jakarta, Bekasi, Karawang, Bogor, Cirebon, dan Palembang.
Ø SBU Distribusi Wilayah II (Jawa bagian Timur)
Mencakup usaha distribusi gas bumi di wilayah-wilayah Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan. dan akan dikembangkan jaringan distribusi di wilayah Semarang, serta jangka panjang di Sulawesi Selatan dan Balikpapan.
Ø SBU Distribusi Wilayah III (Sumatera bagian Utara)
Mencakup usaha distribusi gas di wilayah Medan, Batam, dan Pekanbaru.

2.2.5.2 Wilayah Usaha di Bidang Transmisi
Ø Jaringan Pipa Transmisi Wampu-PLN Medan
Jaringan pipa transmisi gas bumi yang pertama kali dioperasikan oleh PGN pada tahun 1989.
Ø Jaringan Pipa Transmisi Jalur Grissik–Duri dan Jalur Grissik-Batam-Singapura.
Ø Jaringan pipa transmisi jalur Grissik-Sakernan-Kuala Tungkal-Batam-Singapura Borderline.
Selain bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi, PGN juga memiliki kemungkinan pengembangan bisnisnya di bidang fiber optik, kogenerasi.

2.3 Tugas Pokok dan Fungsi Proyek Distribusi Jawa Barat (PDJB)
Sesuai yang tercantum dalam Pasal 2 Keputusan Direksi PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk tentang Organisasi dan Tata Kerja Proyek Pengembangan Jaringan Pipa Distribusi Gas Bumi Jawa Barat, fungsi Proyek Pengembangan Distribusi Jawa Barat adalah menyelenggarakan dan mengkoordinasikan persiapan perencanaan, pelaksanaan serta pengendalian kegiatan yang terkait dengan pelaksanaan proyek distribusi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.6:2)
Seperti yang tercantum dalam pasal 3, untuk melaksanakan fungsi tersebut, Proyek Pengembangan Distribusi Jawa Barat mempunyai tugas 6:3):
1. Pengkoordinasian tentang penyiapan, perencanaan dan pengendalian jadwal pelaksanaan proyek, pengendalian kegiatan-kegiatan pra konstruksi dan sinkronisasi seluruh kegiatan “pre-commissioning” dan “commissioning”, pekerjaan jasa konsultan yang sifatnya terintegrasi, serta penyusunan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan dan penyelesaian proyek.
2. Pengkoordinasian penyiapan kegiatan analisa data untuk perencanaan jaringan dalam rangka pelaksanaan definitive survey yang diperlukan untuk pembuatan detail desain serta penyusunan perkiraan biaya (Engineering Estimate), proses pengadaan barang dan jasa sesuai kebutuhan proyek serta monitoring Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
3. Pengkoordinasian dan pembinaan kerjasama dengan instansi terkait baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, Pertamina serta perusahaan kontraktor bagi hasil minyak dan gas bumi dalam rangka pelaksanaan proyek, pengelolaan aspek hukum, pengendalian pengurusan kontrak-kontrak serta koordinasi persiapan rencana komersialisasi usaha.
4. Pengkoordinasian tentang pengelolaan keuangan dan perbendaharaan proyek berdasarkan norma akuntansi serta pengelolaan administrasi dan sumber daya manusia yang tertib sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.
5. Pengkoordinasian tentang pengendalian sistem kerja yang efektif dan efisien serta pengendalian mitra kerja.

2.4 Susunan Organisasi Proyek Distribusi Jawa Barat (PDJB)
1. Koordinator Pelaksana Proyek : Ir. Erlangga.
2. Manager Pengendalian Proyek : Ir. Joki Eko JH.
3. Manager Keuangan dan Admistrasi : Drs. Achmad Yulianto.
4. Senior Manager Proyek : Ir. M. Komarudin.
– Manager konstruksi dan Logistik : Ir. Surjadi, MT.
– Manager Administrasi dan Kontrak : Lita Sriwulandari, SH.
– Manager QA/QC dan K3PL : Lintong SM Silalahi, ST.
5. Senior Manager Pengadaan Barang dan Jasa : Ir. R. Arman W.
– Manager Pengendalian Pengadaan : Ir. Budiarto, Msc
– Manager Administrasi Pengadaan : Syafrudin Lubis.
Bagan Susunan Organisasi Proyek Distribusi Jawa Barat (PDJB) dapat dilihat pada lampiran.



2.5 Job Description Proyek Distribusi Jabar (PDJB)
2.5.1 Koordinator Pelaksana Proyek
Job Description Koordinator Pelaksana Proyek
Bertanggung jawab kepada Direktur Utama melalui Direktur Pengusahaan atas tugas dan fungsi pokok Proyek Pengembangan Distribusi Jabar sesuai pasal 2 dan pasal 3 Keputusan Direksi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk tentang Organisasi dan Tata Kerja Proyek Pengembangan Jaringan Pipa Distribusi Gas Bumi Jawa Barat.

2.5.2 Manager Pengendalian Proyek
Job Description Bidang Pengendalian Proyek
1. Unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Proyek Pengembangan Distribusi Jabar yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Koordinator Pelaksana Proyek.
2. Melaksanakan pengendalian fisik proyek, pengendalian dan monitoring dana, pengendalian kegiatan pra-konstruksi serta pengelolaan sistem informasi manajemen keproyekan (Project Management Information System).

2.5.3 Manager Keuangan dan Administrasi
Job Description Bidang Keuangan dan Administrasi :
1. Unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Proyek Pengembangan Distribusi Jabar dalam kegiatan Keuangan dan Administrasi yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Koordinator Pelaksana Proyek.
2. Membantu Koordinator Pelaksana Proyek dalam melaksanakan pengelolaan keuangan, akuntansi, kontrak, dan layanan umum, sumber daya manusia dan pengelolaan seluruh dokumentasi yang terkait dalam pelaksanaan proyek.

2.5.4 Senior Manager Proyek
Job Description Manager Proyek
1. Unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Proyek Pengembangan Distribusi Jabar yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Koordinator Pelaksana Proyek.
2. Melaksanakan pembangunan jaringan pipa distribusi gas bumi dan fasilitas penunjangnya sampai dengan selesainya “commissioning” serta siap dioperasikan.
Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh 3 (tiga) Manajer :
Ø Manager Konstruksi dan Logistik
§ Unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Manajer Proyek yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Manajer Proyek.
§ Melaksanakan pengendalian dan pengawasan atas pelaksanaan konstruksi sesuai rencana yang telah ditetapkan, serta melaksanakan pengendalian dan pengelolaan material/barang dan jasa untuk keperluan proyek.
Ø Manager QA/QC dan K3PL
§ Unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Manajer Proyek yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Manajer Proyek.
§ Melaksanakan pengendalian implementasi AMDAL, pengelolaan dan pengendalian “Quality Assurance” dan “Quality Control” serta pengendalian kesehatan dan keselamatan kerja serta lindung lingkungan atas pembangunan jaringan pipa distribusi serta fasilitas penunjangnya, serta penanggulangan resiko di wilayah kerja proyek.
Ø Manager Administrasi dan Kontrak
§ Unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Manajer Proyek yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Manajer Proyek.
§ Melakukan monitoring pelaksanaan kontrak dan melakukan kegiatan administrasi umum.

2.5.5 Senior Manager Pengadaan Barang dan Jasa
Job Description Manajer Pengadaan Barang dan Jasa
1. Unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Proyek Pengembangan Distribusi Jabar yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Koordinator Pelaksana Proyek.
2. Mengkoordinir perencanaan dan pengendalian material/barang dan jasa, serta pelaksanaan operasional pendistribusian barang/material dan jasa sesuai kebutuhan di lingkungan Proyek Pengembangan Distribusi Jabar.
Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh 2 (dua) Manajer :
Ø Manager Pengendalian Pengadaan
§ Unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Manajer Pengadaan Barang dan Jasa yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Manajer Pengadaan Barang dan Jasa.
§ Melakukan pengendalian, perencanaan kebutuhan dan proses dalam pengadaan material/barang dan jasa proyek di lingkungan Proyek Pengembangan Distribusi Jabar serta monitoring dalam pelaksanaan operasionalnya.
Ø Manager Administrasi Pengadaan
§ Unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Manajer Pengadaan Barang dan Jasa yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Manajer Pengadaan Barang dan Jasa.
§ Melakukan evaluasi program-program dan administrasi dalam pengadaan material/barang dan jasa proyek di lingkungan Proyek Pengembangan Distribusi Jawa Barat.

1 komentar:

  1. kang ipoel boleh minta alamat emailnya ga????

    aku sedang dalam proses pengerjaan skripsi tentang PGN jg...mohon bantuan dari kang ipoel...

    BalasHapus